Selasa, 15 Maret 2016

Allisya Care (Asuransi Kesehatan Murni)

Untuk menjawab kebutuhan akan asuransi kesehatan yang berdasarkan prinsip syariah, Allianz Life Indonesia menyediakan program asuransi kesehatan perorangan syariah bagi anda dan keluarga, yaitu Allisya Care.
Allisya Care merupakan asuransi kesehatan murni yang berdiri sendiri, bukan rider unitlink, tanpa investasi, dan dilengkapi dengan fasilitas kartu cashless.
Tabel Manfaat Allisya Care
Berikut ini tabel manfaat rawat inap Allisya Care, terdiri dari 8 plan berdasarkan harga kamar di rumah sakit.

Tabel Premi Allisya Care
Tabel berikut menunjukkan premi tahunan Allisya Care utk manfaat rawat inap berdasarkan plan, jenis kelamin, dan rentang usia.

Keunggulan Allisya Care
  1. Dikelola sesuai syariah di mana para peserta berakad untuk saling menolong satu sama lain.
  2. Dilengkapi dengan fasilitas cashless (gesek kartu) untuk perawatan di rumah sakit jaringan AdMedika di seluruh Indonesia. (Daftar RS jaringan AdMedika dapat dilihat di SINI.)
  3. Dapat menggunakan fasilitas reimburse (penggantian biaya) untuk perawatan di rumah sakit luar jaringan AdMedika.
  4. Dapat ditambah dengan rider rawat jalan, rawat gigi, persalinan, dan santunan harian.
  5. Diskon 5% jika menyertakan anggota keluarga (pasangan dan maksimum 3 anak).
  6. Diskon 10% jika peserta memiliki produk asuransi jiwa unitlink Tapro Allisya Protection Plus. (Apa itu Tapro, bisa dibuka di SINI.)
  7. Akses ke layanan Allianz Medical Hotline 24 jam 365 hari setahun.
  8. Berlaku untuk perawatan di seluruh dunia.
  9. Bergaransi perpanjangan sampai usia 70 tahun.
  10. Tidak ada batasan manfaat tahunan.
  11. Pengajuan polis tanpa seleksi kesehatan.
  12. No claim bonus yang memotong premi perpanjangan jika ada surplus underwriting tahun sebelumnya.
  13. Dilengkapi dengan layanan evakuasi medis darurat.
Ketentuan Umum Allisya Care
Jenis produkAsuransi murni (tradisional), bukan unitlink.
Masa kontrakSatu tahun, dapat diperpanjang tiap tahun.
Mata uangRupiah
Manfaat dasarRawat inap
Manfaat tambahan (rider)
  1. Rawat jalan
  2. Rawat gigi
  3. Persalinan
  4. Santunan Harian
Usia masuk tertanggung15 hari sd 60 tahun (ulang tahun terakhir)
Usia maksimum proteksi70 tahun (ulang tahun terakhir)
Masa tunggu perawatanTidak ada. Manfaat dapat langsung dipakai begitu polis disetujui, kecuali untuk penyakit khusus
Masa tunggu penyakit khusus12 bulan
Frekuensi pembayaran premiTahunan
Cara pembayaran premiTransfer atau kartu kredit
Fasilitas pelayanan klaim
  • Cashless (jaringan AdMedika di Indonesia)
  • Reimburse (di luar jaringan AdMedika)
Pilihan planAda 8 pilihan plan.A (100rb), B (150rb), C (200rb), D (350rb), E (500rb), F (600rb), G (750rb), H (1jt).
Ketentuan polis keluarga
  • Keluarga inti, yaitu suami/istri dan anak-anak (maksimal usia 18 tahun, atau 23 tahun jika kuliah), maksimal 3 anak.
  • Untuk anak di atas 18/23 tahun, atau untuk orangtua, harus membuka polis sendiri.
  • Plan yang diambil harus sama untuk semua tertanggung.
Kondisi pre-existing (penyakit yang sudah ada sebelumnya)Apabila ada, prexisting yang termasuk penyakit khusus akan dikecualikan secara permanen atau mengakibatkan polis ditolak secara keseluruhan.
Koordinasi manfaat (jika memiliki polis askes sejenis di perusahaan lain)Jika askes lain dipakai terlebih dahulu, Allianz hanya akan membayar kekurangannya (jika ada).
Keputusan underwriting (penilaian risiko)Tergantung kondisi kesehatan tertanggung, keputusan underwriting ada 3 kemungkinan:
  1. Diterima standar
  2. Diterima dengan pengecualian
  3. Ditolak
Perubahan polisPerubahan polis meliputi penambahan atau pengurangan peserta, perubahan plan (naik atau turun), dan penambahan atau pengurangan rider.Perubahan polis hanya bisa dilakukan pada saat ulang tahun polis.
Berakhirnya polis
  1. Saat tertanggung mencapai usia 70 tahun
  2. Pembayaran premi terhenti
  3. Pembatalan oleh pemegang polis
  4. Tertanggung meninggal dunia
Mana yang terjadi lebih dulu.
Daftar RS Rekanan Allianz
Daftar RS rekanan Allianz untuk manfaat rawat inap dapat diunduh di SINI.
Cara Pendaftaran Polis
Mengisi Surat Pengajuan Asuransi Kesehatan (SPAK) dengan melampirkan:
  1. Fotokopi KTP tertanggung dan pemegang polis
  2. Fotokopi Akta Lahir (jika ada tertanggung anak)
  3. Fotokopi Kartu Keluarga (jika menyertakan anggota keluarga) atau Buku Nikah (jika suami-istri)
  4. Bukti transfer premi
  5. Salinan resume medis (jika pernah dirawat) atau hasil medical check up (jika ada)
Pembuatan Proposal
Untuk mendapatkan proposal ilustrasi produk ini, mohon mencantumkan data-data sebagai berikut:
  1. Nama
  2. Jenis kelamin
  3. Tanggal lahir
  4. Pekerjaan
  5. Merokok/tidak
  6. Data anggota keluarga (nama, jenis kelamin, tanggal lahir) jika ingin disertakan
  7. Plan yang diinginkan
  8. Email
Data dikirim ke email rudy_only89@rocketmail.com.
Atau dapat juga dengan mengisi Form Permohonan Ilustrasi (klik saja).
Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi saya dibawah ini
Demikian dan salam sukses,
Rudianto (Business Executive) Allianz
082299757851/087881798146
Wa: 088807109847

SmartMed Premier: Askes Sesuai Tagihan dari Allianz dengan Limit Tahunan 6 Miliar

Pada bulan Agustus 2014, Allianz meluncurkan program asuransi kesehatan yang menanggung biaya rumah sakit sesuai tagihan, dengan limit tahunan 6 miliar. Askes berkategori premium ini dapat digunakan di seluruh dunia, dengan fasilitas kartu cashless di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

Keunggulan
1. Pembayaran biaya rumah sakit sesuai tagihan (as charge).
2. Limit tahunan 6 miliar rupiah untuk semua plan.
3. Tidak ada batasan manfaat per penyakit.
4. Fasilitas cashless (gesek kartu) di rumah sakit jaringan AdMedika di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Kamboja.
5. Manfaat perawatan berlaku di seluruh dunia.
6. Dapat menyertakan anggota keluarga dalam satu polis, dengan diskon 5%.
7. Klaim mudah dengan akses ke layanan Allianz Medical Hotline 24 jam 365 hari setahun.
8. Penyakit yang sudah ada (pre-existing) ditanggung setelah 2 (dua) tahun.
9. Bila perawatan dilakukan di kamar yang lebih tinggi dari plan yang diambil, berlakuinner limit, bukan prorata atau proporsional.
Tabel Manfaat SmartMed Premier
Keterangan:
– Cara membaca tabel di atas: Jika menempati kamar sesuai plan, seluruh biaya selama rawat inap di rumah sakit ditanggung sesuai tagihan, dengan batas maksimum 6 miliar dalam setahun.
– Tapi jika menempati kamar di atas plan yang diambil, atau jika perawatan dilakukan di Amerika Serikat, maka diberlakukan limit dasar (inner limit) untuk tiap item manfaat.
Tabel Premi SmartMed Premier

Keterangan:
– Premi belum termasuk administrasi dan meterai 36.000.
– Diskon 5% jika paket keluarga (menyertakan pasangan/anak) dalam satu polis.
Ketentuan Umum Smartmed Premier
Jenis produkAsuransi murni (tradisional), bukan unitlink.
Masa kontrakSatu tahun, dapat diperpanjang tiap tahun.
Mata uangRupiah.
Manfaat dasarRawat inap.
Manfaat tambahan (rider)
  1. Persalinan
  2. Rawat jalan & gigi
Usia masuk tertanggung15 hari sd 75 tahun (ulang tahun terdekat)
Khusus rider Persalinan: 16 sd 45 tahun.
Usia maksimum proteksi80 tahun (ulang tahun terdekat).
Khusus rider Persalinan: 46 tahun.
Masa tunggu30 hari dari tanggal polis disetujui untuk perawatan karena sakit.
Untuk perawatan karena kecelakaan tidak ada masa tunggu.
Khusus melahirkan: 280 hari (9 bulan 10 hari).
Frekuensi pembayaran premiBulanan, triwulanan, semesteran, dan tahunan
(Rate lebih mahal untuk premi selain tahunan)
Cara pembayaran premi
  • Untuk cara bayar tahunan dapat menggunakan kartu kredit maupun transfer
  • Untuk cara bayar selain tahunan hanya bisa menggunakan kartu kredit
Fasilitas pelayanan klaim
  • Cashless (jaringan AdMedika di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja)
  • Reimburse (di luar jaringan AdMedika)
Ketentuan fasilitas cashless
  • Hanya berlaku untuk cara pembayaran premi semesteran dan tahunan.
  • Untuk rawat inap dan persalinan, berlaku di jaringan AdMedika di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Kamboja.
  • Untuk rawat jalan dan gigi, hanya berlaku di jaringan AdMedika di Indonesia.
Pilihan planAda 10 pilihan plan.
Plan A (Kamar 500rb per hari)
Plan B (Kamar 750rb per hari)
Plan C (Kamar 1jt per hari)
Plan D (Kamar 1,5jt per hari)
Plan E (Kamar 2jt per hari)
Plan F (Kamar 2,5jt per hari)
Plan G (Kamar 3jt per hari)
Plan H (Kamar 4jt per hari)
Plan I (Kamar 5jt per hari)
Plan J (Kamar 6jt per hari)
Pilihan co-share
  1. Rawat inap dan persalinan: 0%, 10%, 20%.
  2. Rawat jalan & gigi: 20%.
Co-share: Nasabah ikut menanggung biaya perawatan sebesar persentase (10% atau 20%), selebihnya ditanggung Allianz.
Co-share lebih besar, premi lebih murah.
Pilihan no claim bonus0%, 20%.
Tanpa no claim bonus, premi lebih murah.
Ketentuan polis keluarga
  • Keluarga inti, yaitu suami/istri dan anak-anak (maksimal usia 18 tahun, atau 23 tahun jika kuliah) maksimal 3 anak.
  • Untuk anak di atas 18/23 tahun, atau untuk orangtua, harus membuka polis sendiri.
  • Plan kamar yang diambil harus sama untuk semua tertanggung.
Ketentuan pembayaran klaim sesuai tagihan
  • Hanya berlaku untuk penggunaan kamar sesuai plan yang diambil.
  • Untuk penggunaan kamar di atas plan, berlaku inner limit.
  • Untuk perawatan di Amerika Serikat, berlaku inner limit.
  • Dalam keadaan darurat, jika tidak tersedia harga kamar sesuai plan, member dapat menggunakan kamar dengan harga satu level di atas plan maksimum selama dua hari. Setelah dua hari, member harus kembali ke kamar sesuai plan semula. Jika tidak, akan diberlakukan inner limit.
Penyakit khusus dan HIV/AIDSBerlaku setelah polis berjalan 12 bulan.
Kondisi pre-existing (penyakit yang sudah ada sebelumnya)Dikenakan masa tunggu 24 bulan (ditanggung setelah 24 bulan pertama).
Koordinasi manfaat (jika memiliki polis askes sejenis di perusahaan lain)Jika askes lain dipakai terlebih dahulu, Allianz hanya akan membayar kekurangannya (jika ada). Klaim secara reimburse dengan melampirkan dokumen klaim dari perusahaan lain tersebut.
Keputusan underwriting (penilaian risiko)Tergantung kondisi kesehatan tertanggung, keputusan underwriting ada 5 kemungkinan:
  1. Diterima standar
  2. Diterima dengan ekstrapremi
  3. Diterima dengan pengecualian
  4. Diterima dengan ekstrapremi dan pengecualian
  5. Ditolak
Garansi perpanjanganTidak ada. Jika pernah klaim, akan dilakukan peninjauan ulang dan berlaku salah satu dari keputusan underwriting sesuai pilihan di atas.
Perubahan polisPerubahan polis meliputi penambahan atau pengurangan peserta, perubahan plan (naik atau turun), dan penambahan atau pengurangan rider.
Perubahan polis hanya bisa dilakukan pada saat ulang tahun polis.
Berakhirnya polis
  1. Saat tertanggung mencapai usia 80 tahun
  2. Pembayaran premi terhenti
  3. Pembatalan oleh pemegang polis
  4. Tertanggung meninggal dunia
Mana yang terjadi lebih dulu.
Cara Pendaftaran Polis
Mengisi Surat Pengajuan Asuransi Kesehatan (SPAK) dengan melampirkan:
  1. Fotokopi KTP tertanggung dan pemegang polis
  2. Fotokopi Akta Lahir (jika ada tertanggung anak)
  3. Fotokopi Kartu Keluarga (jika menyertakan anggota keluarga) atau Buku Nikah (jika suami-istri)
  4. Bukti transfer premi
  5. Salinan resume medis (jika pernah dirawat) atau hasil medical check up (jika ada)
Pembuatan Proposal Ilustrasi
Untuk mendapatkan proposal ilustrasi produk ini, mohon mencantumkan data-data sebagai berikut:
  1. Nama
  2. Jenis kelamin
  3. Tanggal lahir
  4. Pekerjaan
  5. Merokok/tidak
  6. Data anggota keluarga (nama, jenis kelamin, tanggal lahir) jika ingin disertakan
  7. Plan yang diinginkan
  8. Email
  9. Alamat atau kota tempat tinggal
Data dikirim ke email rudy_only89@rocketmail.com.
Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi saya.

Demikian dan salam sukses,
Rudianto (Business Executive) Allianz
082299757851/087881798146
Wa: 088807109847

Sabtu, 05 Maret 2016

Salahkah berinvestasi di Asuransi?

Membeli produk asuransi mestinya diniatkan untuk tujuan memperoleh proteksi atau perlindungan dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Bahkan walaupun produk asuransi yang diambil itu jenisnya unit-link (asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi), niat utamanya tetap proteksi, bukan investasi.
Salahkah jika unit-link diniatkan untuk investasi? Ini bukan soal benar-salah, tapi jika tujuannya untuk investasi, ada banyak instrumen lain yang bisa memberikan keuntungan lebih besar dengan biaya yang lebih murah. Misalnya obligasi, reksadana, dan saham. Jika tidak mengerti tentang obligasi, reksadana, dan saham, atau tidak punya waktu untuk mempelajarinya, anda bisa berinvestasi di instrumen tradisional yang lebih sederhana dan mudah dipahami, seperti deposito, emas, dan properti.
Perlu diketahui juga, investasi unit-link pun sebetulnya sama persis dengan reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi, dan disalurkan ke instrumen investasi seperti deposito, obligasi, dan saham, atau campuran dari ketiganya (tergantung jenis reksadananya). Investasi reksadana mengandung risiko, dan investasi unit-link pun sama. Bedanya, struktur biaya pada reksadana jauh lebih rendah daripada struktur biaya pada unit-link, sehingga imbal hasil yang diharapkan pun bisa lebih tinggi.
Perbedaan Asuransi dengan Investasi
Asuransi bukan saja berbeda dengan investasi, tapi keduanya memang memiliki sifat-sifat yang bertolak belakang. Jika disatukan, maka memperbesar yang satu akan memperkecil yang lainnya. Contoh dalam produk unit-link, jika uang pertanggungannya diperbesar, biaya asuransi (tabarru) akan lebih besar pula sehingga nilai investasinya otomatis menjadi lebih kecil. Sebaliknya, jika seorang nasabah ingin nilai investasinya lebih besar, uang pertanggungan asuransinya harus diperkecil.
Secara ringkas, perbedaan asuransi dan investasi adalah sebagai berikut.
  1. Asuransi tujuannya melindungi uang supaya tidak habis, investasi tujuannya mengembangkan uang supaya tambah banyak.
Misalnya anda punya tabungan 100 juta, dengan asuransi kesehatan, uang 100 juta itu tidak perlu terpakai jika anda mengalami sakit atau kecelakaan. Sedangkan investasi, misalnya anda punya tabungan 100 juta, anda berpikir harus disalurkan ke mana uang itu supaya dalam 5 tahun menjadi 200 juta.
  1. Asuransi itu jaga-jaga dari hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja, investasi itu persiapan untuk hal-hal yang diinginkan di masa depan.
Hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja misalnya rawat inap, sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap, dan meninggal dunia. Kapan saja itu mungkin tahun depan, mungkin bulan depan, atau bahkan mungkin esok hari, kita tak pernah tahu. Datangnya kejadian-kejadian tersebut tidak memandang apakah kita sudah punya uang atau tidak. Untuk itulah kita butuh asuransi supaya dampak keuangannya bisa ditanggulangi atau diminimalkan.
Sedangkan hal-hal yang diinginkan di masa depan itu contohnya pendidikan anak, ibadah haji, dan pensiun. Semua itu sama-sama butuh dana, tapi waktunya bisa diketahui atau direncanakan sehingga setiap orang bisa mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. Cara mempersiapkannya ialah dengan investasi (jika jangka waktunya relatif panjang) atau menabung (jika jangka waktunya pendek, kurang dari satu tahun).
  1. Asuransi itu jangka pendek, investasi itu jangka panjang.
Asuransi itu jangka pendek karena nilai dari manfaat asuransi akan semakin mengecil seiring waktu. Misalnya anda punya uang pertanggungan jiwa 1 miliar, saat ini nilainya mungkin terasa besar, tapi semakin lama nilainya semakin mengecil karena faktor inflasi. Oleh karena itu, setiap periode tertentu, misalnya setiap 5 tahun, uang pertanggungan asuransi harus ditingkatkan (upgrade).
Sedangkan investasi itu jangka panjang karena keuntungan investasi akan semakin membesar seiring waktu. Semakin panjang masa investasi, keuntungan yang dihasilkannya akan semakin besar.
  1. Asuransi itu tidak butuh waktu untuk menjadi besar, investasi itu butuh waktu untuk menjadi besar.
Ini perbedaan lain yang harus disadari. Banyak orang menolak asuransi karena mendingan uangnya ditabung atau diinvestasikan saja. Padahal jika musibah datang dalam waktu dekat, tentu tabungannya belum banyak dan yang belum banyak itu bisa habis semuanya dalam sekejap. Dengan asuransi, dalam waktu singkat telah tersedia sejumlah besar dana untuk menanggulangi dampak dari musibah yang bisa terjadi kapan saja, karena asuransi itu memakai prinsip berbagi risiko di antara sejumlah orang.
  1. Asuransi itu kekuatan bersama, investasi itu kekuatan sendiri.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang datangnya tidak terduga, mana yang lebih efektif: melakukannya sendirian atau melakukannya bersama-sama?
Asuransi, baik konvensional maupun syariah, bisa mengumpulkan dana besar secara cepat karena ada banyak orang yang terlibat di dalamnya sebagai peserta. Setiap peserta merelakan uangnya dipakai untuk membayar klaim peserta lain, dan tidak keberatan jika dirinya sendiri tidak memperoleh uang klaim (artinya tidak terjadi musibah).
Sedangkan investasi adalah murni uang sendiri berikut pengembangannya. Nilai investasi pada produk unit-link adalah milik tiap-tiap peserta, tidak tercampur sama sekali dengan uang dari peserta lain. Dalam asuransi yang disebut “asuransi pendidikan” pun, dana tahapan yang diterima peserta seluruhnya berasal dari uang sendiri, tidak ada sama sekali uang dari peserta lain.
  1. Asuransi itu biaya dan biaya itu hangus, investasi itu cara mengembangkan dana agar tumbuh lebih besar.
Dalam perencanaan keuangan, asuransi itu bagian dari biaya seperti halnya pengeluaran untuk listrik dan telepon. Yang namanya biaya, tentu hangus alias tidak kembali. Dan sebagai gantinya, kita memperoleh proteksi. Entah musibah terjadi atau tidak, kita tetap memperoleh proteksi. Proteksi tidak bisa dilihat atau diraba secara fisik, tapi bisa dirasakan dalam bentuk ketenangan.
Sedangkan investasi bukanlah biaya, melainkan cara kita mengembangkan uang sehingga menjadi lebih besar dari sebelumnya. Dalam investasi ada biayanya, tapi sebisa mungkin carilah instrumen investasi yang paling minim biayanya, supaya hasilnya makin maksimal.
Perbedaan Biaya Unit-link dengan Reksadana
Membicarakan asuransi dalam kaitan dengan investasi, mau tak mau membawa kita pada perbincangan tentang unit-link. Seperti telah disinggung di atas, unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi. Sedangkan untuk investasi, lebih disarankan melalui reksadana karena struktur biayanya lebih kecil.
Perbedaan struktur biaya pada unit-link dan reksadana dapat dilihat pada tabel di bawah:
NoKomponen BiayaUnit-linkReksadana
1Biaya administrasi bulananAda, kisaran 20-40 ribu per bulanTidak ada
2Biaya akuisisiAda dan sangat besarTidak ada
3Biaya asuransi (tabarru)Ada dan sangat besarTidak ada
4Biaya top up (penyetoran, pembelian)Ada, antara 2-5%Ada, antara 0-3%
5Biaya penarikan danaUmumnya tidak adaAda, sekitar 1%
6Biaya pengelolaan investasiAda, sekitar 1-2% per tahunAda, sekitar 1-2% per tahun
7Biaya bank kustodianTidak adaAda, sekitar 0,2-0,25% per tahun
8Biaya pengalihan dana (switching)Umumnya tidak ada, atau baru ada jika lebih dari 4 kali swicthing dalam setahun, dengan besar sekitar 1%.Ada, antara 0-1%
9Biaya pajak pertambahan nilaiAda, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama. Jarang terjadi karena unit-link premi berkala tidak akan untung di 3 tahun pertama.Ada, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama
Penjelasan:
  • Biaya akuisisi adalah potongan yang dikenakan dari premi dasar unit-link (tidak termasuk top up berkala), besarnya variatif, ada yang total 145% selama 5 tahun (seperti di unit-link Allianz), ada yang lebih dari 200%. Biaya akuisisi digunakan sebagian besar untuk komisi dan bonus agen, selebihnya untuk membiayai penerbitan polis, medical check up, dan urusan surat-menyurat. Karena ada biaya akuisisi inilah nilai investasi unit-link akan sangat rendah di tahun-tahun awal.
  • Biaya asuransi (cost of insurance [COI] atau tabarru dalam asuransi syariah) adalah biaya yang dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil. Besarnya tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis proteksi yang diambil, dan besar uang pertanggungannya. Biaya asuransi dikenakan selama masa proteksi (misalnya untuk asuransi jiwa dasar berarti sd usia tertanggung 100 tahun atau sampai meninggal dunia, mana yang lebih dulu). Adanya biaya asuransi ini menjadikan investasi unit-link sulit diharapkan keuntungannya, karena biaya asuransi atau tabarru ini naik seiring usia.
  • Biaya administrasi, akuisisi, dan asuransi tidak terdapat pada reksadana, oleh karena itu ketiga biaya ini harus dipandang sebagai biaya-biaya untuk mendapatkan manfaat proteksi. Jika tujuan anda membeli unit-link adalah untuk berasuransi, tinggal dilihat apakah biaya-biaya tersebut cukup layak (worth it) dibandingkan dengan manfaat asuransi yang diterima. Tapi jika tujuan anda membeli unit-link lebih ke keuntungan investasi, adanya biaya-biaya ini jelas akan menggerus saldo investasi anda.
  • Biaya nomor 4 sd 9 (top up/pembelian, penarikan, pengelolaan investasi, bank kustodian, pengalihan dana/switching, dan pajak) adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan investasi. Jika hanya membandingkan biaya-biaya ini, sebetulnya biaya antara unit-link dan reksadana tidak terpaut jauh, tapi secara keseluruhan biaya reksadana masih lebih rendah. Jadi, jika anda ingin mendapatkan keuntungan investasi, reksadana lebih disarankan daripada unit-link.
  • Lalu apa fungsi nilai investasi pada unit-link jika memang tidak disarankan untuk mencari keuntungan investasi? Fungsi utamanya adalah untuk melindungi polis unit-link anda supaya proteksinya tetap berlaku. Apa maksudnya? Perlu diketahui, aturan dasar dalam unit-link adalah: proteksi polis tetap berlaku selama tersedia dana cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi. Keterangan ini selalu dinyatakan dalam setiap proposal unit-link, meski banyak nasabah yang tidak menyadarinya. Jika dana tidak cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi, maka polis lapse (batal, perlindungan berhenti). Solusinya sebelum itu terjadi, nasabah harus melakukan top up secara manual (menyetor sejumlah dana ke rekening unit-linknya).
  • Nilai investasi pada unit-link juga memiliki fungsi lain yang terkait dengan fungsi utama di atas, yaitu memungkinkan nasabah mengambil cuti premi. Cuti premi artinya berhenti menyetor premi, bisa untuk sementara atau selamanya, dan pada saat yang sama nasabah tetap memperoleh perlindungan asuransi karena biaya asuransi dan administrasi dipotong setiap bulan dari saldo. Fitur cuti premi ini adalah khas pada unit-link, tidak terdapat pada produk asuransi jenis lain.
Mengapa Tidak Asuransi Murni?
Jika asuransi unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi, mengapa tidak berasuransi di produk asuransi yang murni proteksi saja?
Tentu saja boleh dan baik-baik saja. Tapi masalahnya tidak semua proteksi yang dibutuhkan itu tersedia di pasaran dalam bentuk asuransi murni. Mayoritas perusahaan asuransi sekarang ini berlomba-lomba menerbitkan unit-link. Mereka mungkin punya produk asuransi tradisional yang murni asuransi (term-life), tapi tidak dikembangkan lagi.
Untuk asuransi kesehatan yang menanggung rawat inap, pilihannya banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Untuk asuransi jiwa yang menanggung risiko meninggal dunia, pilihannya juga banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Tapi untuk asuransi kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis, pada umumnya hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa dan umumnya di unit-link, jarang yang berdiri sendiri.
Jadi, jika anda ingin mendapatkan proteksi dari kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis (dan semua orang butuh ini), pilihannya terbatas pada unit-link. Kalaupun ada di asuransi non-unit-link, ya itu tadi, karena tidak dikembangkan lagi oleh perusahaan asuransi, fitur-fiturnya tidak sebagus yang tersedia di unit-link.
Sebagai contoh, untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung mulai tahap awal (early stage), sejauh ini di pasaran hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa unit-link. Anda akan kesulitan sendiri jika mencari asuransi penyakit kritis tahap awal dalam bentuk asuransi murni non-unit-link. Kalaupun anda menemukan produk tersebut, belum tentu fitur-fiturnya lebih bagus daripada rider penyakit kritis yang ada di unit-link, dan belum tentu pula harganya lebih murah.
Selain itu, unit-link memiliki nilai lebih berupa kepraktisan yaitu cukup satu produk untuk segala manfaat asuransi. Daripada membeli asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi cacat tetap, dan asuransi penyakit kritis secara terpisah-pisah, bukankah lebih praktis jika semuanya disatukan dalam satu produk?